Would like to say Thanks

December 31, 2007
Alhamdulillah….akhirnya setengah agama bagi kami telah tersempurnakan, semoga doa kami, orang tua, sesepuh, saudara-saudara dan rekan terkabul olehNya, “menjadi keluarga Sakinah, ma waddah wa rokhmah”.Amin
Temans makasih banget untuk semua support dan bantuanya, hingga kami bisa melangsungkan apa yang kami citakan waktu-waktu sebelumnya. Suka, haru dan tentunya bahagia ketika semuanya terlaksana dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun. Paman Gembul, thanks for helps :). Kapan nyusul Om?
O..iya benar-benar indah pengalaman hidup penuh dengan kebahagiaan, mulai dari persiapan untuk resepsi, cari srah-srahan, cari yang dikalungkan ke jari-jari, ke melawai, ke tempat Mas Tholeh yang “nggah-nggih” buat undangan, bu Naning yang jalanya so crowded, dan tentunya mas Heri dan Mbak Widya dan mbak Novi, for paket Hemat dan komplit serta memuaskan. Tante Yuli, Om Mamo, Om Yuyut dan tante, serta keluarga besar kalimantan, khususnya Banjar dan Balikpapan yang membantu semua persiapannya. Om teguh dan tante ipah, tante Ida om Didi, dan mungkin ga bisa disebutin satu persatu. Yang jelas thanks bro’ for teman yang tertindas, merasa sedih di atas kebahagiaanku, tentunya dia “Goen” yang sedang menantikan persetujuan sang K*K*S**.
Benar-benar event hidup yang so big days, dan penuh suka duka serta haru bahagia, dan apa yang aku rasakan sekarang, yaitu bahagia bisa hidup selalu bersanding dengan istriku sayang yang kami selalu memohon perlindungan padaMu ya Alloh, yang Maha Segalanya. Gimana ga bahagia, apa2 selalu ditemani dan bercanda 🙂 Cihuyyyy
*senang : Mode ON*

Semua Berkat Usaha dan Do’a

December 13, 2007

Alhamdulillah segala puji syukur padamu Ya Rabb. Setiap apa yang terjadi adalah kehendak dan keputusan yang terbaik dari NYA. Hanya keikhlasan dan rasa syukur kita yang perlu ditingkatkan. Syukur ketika nikmat begitu banyak dilimpahkan pada kita, meski tak secara langsung. Dan ikhlas atas segala apa yang kurang berkenan terjadi atau menimpa pada kita. DIA, yang akan membalas apa yang telah kita perbuat semuanya.

Setuju….banyak orang bilang, bahwa hidup adalah perjuangan, suka, duka, haru, dongkol, jengkel, iri, dengki, srei, dan berbagai macam rasa akan keluar dari diri pribadi kita. Semuanya adalah tergantung kita menyikapinya. Indah rasanya melihat orang2 yang begitu banyak masalah tapi tetep tersenyum ketika masalah menghimpit jejak langkah perjuangan mereka. Senang pula mengamati orang2 yang sedikit gelisah ketika bertubi2 derita menimpanya, entah derita “sakit hati or patah hati” tapi tetep tenang untuk melangkah menapaki jalan baru. Begitu pula heran dengan mereka yang sering tertawa kecil di bibirnya, meskipun yang ada dalam hatinya adalah kegilisahan, entah karena pesimis mencapai asa, atau tertolak ketika hendak melamar, even takut merasa kehilangan orang2 terdekatnya….(“aku takut kehilanganmu untuk kedua kalinya“). Ya mungkin itu sekelumit cerita orang2 yang pernah dekat dan kuharap selalu dekat denganku. Semuanya tergantung kita, bagaimana cara menyikapinya.

Apa yang ingin kita rasakan??? Hanya sebuah perasaan tenang, hati nyaman dan merasa cukup atas segala apa yang hendak kita inginkan (**itu menurutku). Tapi ternyata tak begitu mudah ya …. Mudah diucap, begitu sulit di langkahkan untuk bertindak. Nah, pengen cerita titik tentang perjuangan hendak melangkah ke pernikahan ini. Begitu terngiang betapa sulitnya untuk melangkah ke arah tersebut. Even, waktu kuliah untuk menghilangkan rasa sulit itu, aku berkonsultasi dengan seorang kawan untuk berani menikahi seorang wanita, dengan notabene aku masih kuliah dan kerja srabutan dengan cara buat pelatihan dan jualan kaos hihihi….. Ternyata, otak tetep berpikir dan akhirnya keberanianku pudar ketika aku konsultasikan dengan pihak orang tua, yang intinya aku sendiri belum siap dari segi manapun. Akhirnya ku urungkan niat ini. Semenjak berjalannya perjuangan hidup, aku tetep berusaha dan tak hentinya untuk memohon do’a pada NYA. Akhirnya sedikit demi sedikit Alloh berikan jalan yang terbaik buat kami, dan orang tua kami mulai sadar akan keadaan kami. Entah, yang namanya mo berniat baik Alloh selalu menguji keadaan kita yang intinya menguji kesabaran dan kedewasaan pemikiran kita. Mungkin ini ujian terberat selama usia ku beranjak 24 tahun ini. Hanya do’a yang terlontar dari mulut ini “semoga semua musibah yang terjadi ini hanyalah balasan dosa selama ini“. Amin.

Syukur alhamdulillah, aku dididik dalam keluarga yang sedikit banyak mengerti ilmu agama ini, dan aku hidup dalam rekan2 yang selalu memberikan nasihat kebaikan. Akhirnya, niat yang sempat terurung beberapa hari, kini kami hidupkan lagi berkat usaha dan do’a. Bukan hanya do’a kami, tapi orang tua, do’a saudara kami, dan tak kalahnya do’a rekan2 semuanya. Thanks mom, pa, bro’, sist and you all guys……

– laper euy… 😦 –


Ketika Semuanya Terjadi

December 11, 2007

Hhhmm…syukur atas nikmatnya hingga sekarang aku hendak menginjak sebagai pemimpin bahtera keluarga bersama “dirinya”. Liku-liku perjuangan hidup yang mewarnai semua hari-hariku berikan arti, pengalaman yang bisa mendidikku hingga kini. Begitu banyak pula orang-orang bersanding berjuang bersama dari kecil, remaja, hingga dewasa. Begitu pula cerita suka dan duka yang melintasi setiap perjalanan hidup, yang terpenting dalam hidup ini, ku akan berikan yang terbaik mesti terkadang salah dan kurang memberikan arti bagi yang lain. Yah…berusaha untuk membalas kebaikan semuanya yang telah benar-benar merubah diriku hingga sekarang. Thanks to Bapak dan Ibu ku sayang, yang selalu setia dengan do’a dan munjatanya hingga anak-anaknya seperti sekarang, Bu’ meski dulu kita tak seperti sekarang semoga kelak dengan aku hendak menggapai keluarga aku bisa meneladani dulu apa yang pernah diajarkan olehmu.

Tentunya, saudara kandungku yang terkadang sering “crash for thinking” tetep semuanya saling memberikan yang terbaik. Teman dan rekan sekolah, kuliah pula yang menghiasi indah perjalanan hidup ini. Mungkin begitu banyak (…”pasti”…) orang-orang yang dengan sengaja ataupun tidak telah aku sakiti dan entah sekarang apa yang bisa aku perbuat. Ketika semuanya terjadi…yang terjadi hingga saat ini adalah proses waktu dan tindakan yang akhirnya menghasilkan sesuatu. Say to forgive me for evrything that happened…semoga bagi yang telah berbekas luka dan duka mendapatkan yang terbaik bagimu kawan…..

Aku, dan “dia” saat ini hanya butuh do’a dan restu serta keikhlasan rekan dan teman untuk melanjutkan perjuangan membina bahtera keluarga yang berharap mendapatkan berkah dan rahmat dari NYA…dan bagi yang membacanya yang belum berK***A**A semoga kelak bisa menyusul. Amin

-ian-


Pertama

November 22, 2007

Alhamdulillah, segala puji syukur padaNya atas limpahan berkah dan rahmatNya. Thanks for my friend who’s help to build this blog. Yang pertama mohon do’a restunya dari sesepuh dan rekan semua semoga acara yang bentar lagi berlangsung dapat berjalan lancar sebagaimana rencana kami.

Tunggu tanggal maennya sebulan lagi……

Loading ……..21%